Model dan Harga Baju Pernikahan Kain Tenun Pakaian Adat Sandal Tradisional Sepatu Lokal

Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

  • 4 min read
  • Agu 14, 2019

Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku – Sebagai penghasil kain tenun terbesar di dunia, Indonesia berhak punya banyak kekayaan budaya dan tradisi yang begitu khas. Tidak heran jikalau setiap daerah yang terdapat di Indonesia punyai keunikan masing-masing baik berasal dari segi budaya, ritual upacara, pakaian resmi daerah sampai hal-hal lain yang kemungkinan belum pernah anda lihat sama sekali. Pada artikel kali ini kita hendak berbagi informasi menarik kepada anda sekalian tentang Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku di Indonesia yang sangat unik dan menarik jadi orang banyak yang menyukainya. Mau tahu kaya bagaimana Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku di Indonesia ? Silahkan anda baca informasinya berikut.

Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Video Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Perbedaan Daftar Harga Baju Pengantin Adat di Indonesia

Perbandingan Harga Baju Pengantin Adat Bundo Kanduang & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Busana resmi daerah yang pertama ini punyai keunikan sendiri dibandingkan baju tradisi berasal dari tempat lain, kebanyakan pakaian ini dipakai pada acara penting contohnya acara Pengantin dan acara upacara adat tempat setempat. Baju resmi daerah Bundo ini dibagi jadi dua macam yaitu busana resmi daerah untuk pasangan pengantin dan pakaian adat untuk masyarakat kelas atas. Harga berasal dari baju tradisi ini termasuk cukup mahal, untuk 1 pakai baju Pernikahan tradisi Bundo di bandrol bersama harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga tersebut sudah terhitung dengan beberapa aksesories yang dikenakan pada tiap tiap pakaian.

Perbandingan Harga Baju Pernikahan Adat Riau & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Kemudian pakaian resmi daerah yang ke dua ini dari Provinsi Riau, baju resmi daerah ini terdiri dari 3 macam yang masing-masing punya warna dan kombinasi yang berbeda. Pakaian Pernikahan yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, sesudah itu pakaian adat kedua di beri nama Siak dan busana adat ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga busana adat ini asli berasal dari Riau yang terbuat dari bahan kain tenun kualitas terbaik, harga untuk tiap-tiap baju resmi daerah jua sesaui dari kerumitan motif, kuantitas accessories yang dipakai dan warna. Paling lazim harga busana resmi daerah Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbandingan Harga Busana Pengantin Provinsi Jambi & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Selanjutnya busana adat yang cukup terkenal di kota Jambi ini diberi nama bersama dengan busana adat melayu – jambi. Masyhur bersama motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran kalau yang kenakan baju ini cuma orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk busana tradisi berasal dari Jambi ini mulai dengan keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif juga berbeda berdasarkan pada jumlah aksesori dan lebih dari satu ornamen terhadap pakaian. Minimal untuk harga paling murah itu lebih kurang IDR 1.000.000 namun untuk yang paling mahal dapat sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai pasti juga berkualitas dan bukan sembarang tipe kain.

Perbandingan Harga Busana Adat Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Baju Pengantin yang sekaligus terhitung busana adat berasal dari Sumatera Selatan ini dikenal dengan nama pakaian Pernikahan Aesan Gede yang merupakan busana resmi daerah dengan motif yang elegan dan terkesan mahal. Dahulu kala, baju ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan cuma bagian kerajaan saja yang bisa memakainya. Harga untuk pakaian nikah tradisi ini sekitar IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai mesti bahan kain yang memiliki kwalitas bersama dengan ornamen yang memiliki kualitas juga. Tidak heran kalau setiap kali tersedia pertunjukkan baju adat, baju dari Sumatera Selatan tetap menjadi perhatian orang banyak.

Perbedaan Harga Busana Tradisi Bangka Belitung – Paksian & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Terakhir busana Pengantin tradisi yang sangat unik dari Bangka Belitung yang dikenal bersama nama Paksian, pakaian adat ini punya warna merah hati dengan bahan yang terbuat berasal dari kain sutera. Sedangkan untuk bagian penutup kepala disebut bersama dengan paksian. Orang Bangka kerap mengenakan baju adat ini untuk lebih dari satu acara layaknya ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Perbandingan Model Baju Pernikahan Adat Khas Indonesia

Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Perbandingan Model Busana Tradisi Perang – Kalimantan & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Kalimantan terhitung adalah pulau yang mempunyai banyak sekali kultur yang unik, muncul dari pakaian resmi daerah yang di pakai juga tidak kalah bagus. Baju tradisi suku Dayak ini tenar lebih sederhana tapi mempunyai makna yang mendalam. Baju tradisi suku Dayak ini juga miliki nama sendiri, tertentu untuk yang mengenakan pria diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : pria ). Sedangkan untuk wanita terhitung memiliki baju tersedia bersama nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : perempuan ).

Perbandingan Tipe Pakaian Adat Paes Ageng – Yogyakarta & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Anda yang tinggal di daerah Yogyakarta pasti sudah mengenal pakaian adat yang satu ini. Pakaian bersama nama Paes Ageng ini merupakan baju tradisi Pernikahan khas kota Yogyakarta. Meski terlihat lebih simpel dan sedikit terbuka, pakaian ini menggambarkan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, busana ini disebut sebagai pakaian kebesaran yang di fungsikan oleh bagian keraton kerajaan saja. Paes Ageng mulai di ijinkan untuk dipakai oleh orang banyak di luar keraton sebagai pakaian pernikahan.

Perbedaan Model Baju Adat Aesan Gede – Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Sumatera selatan juga mempunyai busana adat yang tidak kalah menarik dan unik dari Aceh. Bahkan menurut sebagian orang yang mempunyai busana seperti ini seperti pakaian seorang raja dan ratu. Baju adat berasal dari Sumatera Selatan memakai benang berwarna emas supaya membuat busana resmi daerah ini nampak lebih elegan dan menawan. Tidak semua orang dapat mengenakan baju resmi daerah Aesan, biasanya orang-orang yang dari golongan bangsawan saja. Pakaian resmi daerah dari palembang, Sumatera Selatan ini dibikin sama layaknya busana kerajaan di zaman dahulu. Bagian mahkota dibikin bersama dengan lilitan bunga teratai atau biasa dikenal dengan “ kembang goyang “.

Perbedaan Model Baju Tradisi Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Busana resmi daerah pertama yang menurut kami cukup menarik untuk di pakai merupakan pakaian dari Aceh. Baju adat satu ini memadukan warna denga motif yang cukup ramai sehingga terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa baju resmi daerah yang dipakai oleh pasangan pengantin dari bangsawan umumnya kenakan mahkota yang dilapisi bersama dengan emas sehingga membuat penampilannya lebih elegan dan menawan. Busana adat ini lumayan mahal jika dijual karena model kain dalam pakaian ini dibikin dengan cara manual oleh tangan manusia, tidak asal-asalan orang dapat membuat busana tradisi khas berasal dari Aceh ini.

Perbedaan Motif Busana Tradisi Bodo – Sulawesi Selatan & Baju Adat Pernikahan Cele Maluku

Busana untuk Pernikahan dari Indonesia yang paling akhir yakni baju tradisi Bodo yang dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Pakaian satu ini ialah jenis busana tertua di Indonesia yang punya wujud layaknya segi empat. Awal mulanya, baju tradisi bodo ini berasal dari kain kasa yang tipis dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan bersama dengan beri tambahan sebagian bahan yang lebih tebal bersama alasan “ estetika “ dan sekarang kamu bisa melihatnya.

Sampai disini informasi berasal dari kita tentang Macam-macam Tipe Baju Adat Pernikahan Cele Maluku berasal dari Indonesia yang terkenal dan populer. .

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *