Model dan Harga Baju Pernikahan Kain Tenun Pakaian Adat Sandal Tradisional Sepatu Lokal

Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua

  • 4 min read
  • Jun 15, 2020

Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua – Sebagai penghasil kain tenun terbesar di dunia, Indonesia berhak punya banyak kekayaan budaya dan adat yang begitu khas. Tidak heran jikalau setiap daerah yang ada di Indonesia punya keunikan masing-masing baik berasal dari faktor kultur, ritual upacara, busana resmi daerah sampai hal-hal lain yang barangkali belum pernah kamu memandang sekalipun. Pada artikel kali ini kami mau berbagi informasi menarik kepada kamu sekalian mengenai Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua di Indonesia yang lumayan unik dan menarik jadi banyak yang menyukainya. Penasaran kaya bagaimana Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua di Indonesia ? Silahkan kamu baca penjelasannya di bawah ini.

Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua

Vidio Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua

Perbedaan List Harga Baju Pengantin Adat di Indonesia

Perbedaan Harga Busana Resmi Daerah Sumatera Selatan & Busana Adat Pernikahan Papua

Pakaian Pernikahan yang sekaligus terhitung busana tradisi dari Sumatera Selatan ini dikenal bersama dengan nama baju Pernikahan Aesan Gede ialah busana resmi daerah dengan motif yang elegan dan terkesan mahal. Dahulu kala, baju ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan cuma bagian kerajaan saja yang bisa memakainya. Harga untuk busana nikah tradisi ini sekitar IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai jelas bahan kain yang berkwalitas bersama dengan ornamen yang memiliki kualitas juga. Tidak heran kalau setiap kali ada pertunjukkan baju adat, busana berasal dari Sumatera Selatan senantiasa menjadi perhatian orang banyak.

Perbandingan Harga Baju Pernikahan Provinsi Jambi & Busana Adat Pernikahan Papua

Selanjutnya baju adat yang lumayan kondang di kota Jambi ini diberi nama dengan busana tradisi melayu – jambi. Masyhur bersama dengan motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran jika yang memakai baju ini cuma orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk pakaian adat berasal dari Jambi ini mulai dari keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk masing-masing motif jua berlainan berdasarkan pada jumlah aksesori dan lebih dari satu ornamen pada pakaian. Minimal untuk harga paling murah itu sekitar IDR 1.000.000 sedang untuk yang paling mahal bisa sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai pasti juga memiliki kualitas dan bukan sembarang jenis kain.

Perbedaan Harga Pakaian Pengantin Adat Riau & Busana Adat Pernikahan Papua

Kemudian busana tradisi yang kedua ini dari Provinsi Riau, busana tradisi ini terdiri dari 3 macam yang masing-masing punyai warna dan kombinasi yang berbeda. Baju Pengantin yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, sesudah itu busana resmi daerah ke-2 di beri nama Siak dan baju resmi daerah ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga baju adat ini asli dari Riau yang terbuat berasal dari bahan kain tenun mutu terbaik, harga untuk masing-masing busana adat juga sesaui dengan kerumitan motif, kuantitas aksesori yang dikenakan dan warna. Paling umum harga pakaian resmi daerah Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbedaan Harga Baju Pengantin Adat Bundo Kanduang & Busana Adat Pernikahan Papua

Baju adat yang pertama ini punyai keunikan sendiri dibandingkan pakaian resmi daerah dari daerah lain, biasanya baju ini dikenakan untuk acara mutlak contohnya acara Pengantin dan acara upacara tradisi daerah setempat. Busana adat Bundo ini dibagi jadi dua macam yakni pakaian tradisi untuk pasangan pengantin dan baju tradisi untuk penduduk kelas atas. Harga berasal dari pakaian resmi daerah ini juga sangat mahal, untuk 1 pakai busana Pengantin tradisi Bundo di bandrol dengan harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga tersebut telah termasuk bersama sebagian accessories yang dipakai dalam tiap-tiap pakaian.

Perbedaan Harga Pakaian Adat Bangka Belitung – Paksian & Busana Adat Pernikahan Papua

Terakhir pakaian Pengantin tradisi yang lumayan unik dari Bangka Belitung yang dikenal dengan nama Paksian, baju resmi daerah ini mempunyai warna merah hati bersama dengan bahan yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan untuk bagian penutup kepala disebut bersama paksian. Orang Bangka kerap kenakan pakaian adat ini untuk beberapa acara layaknya ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Perbedaan Motif Baju Pengantin Adat Khas Indonesia

Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua

Perbedaan Tipe Baju Adat Perang – Kalimantan & Busana Adat Pernikahan Papua

Kalimantan juga ialah pulau yang mempunyai banyak sekali kultur yang unik, nampak berasal dari baju resmi daerah yang di manfaatkan juga tidak kalah menarik. Busana resmi daerah suku Dayak ini populer lebih simpel tapi punya makna yang mendalam. Pakaian tradisi suku Dayak ini juga punya nama sendiri, spesifik untuk yang mengenakan pria diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : pria ). Sedangkan untuk perempuan termasuk punya busana tersedia bersama dengan nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : perempuan ).

Perbedaan Motif Baju Tradisi Paes Ageng – Yogyakarta & Busana Adat Pernikahan Papua

Anda yang tinggal di wilayah Yogyakarta pasti sudah mengenal busana adat yang satu ini. Baju bersama nama Paes Ageng ini merupakan baju resmi daerah Pengantin khas kota Yogyakarta. Meski muncul lebih simpel dan sedikit terbuka, baju ini menggambarkan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, busana ini disebut sebagai baju kebesaran yang di manfaatkan oleh bagian keraton kerajaan saja. Paes Ageng mulai di ijinkan untuk dikenakan oleh banyak orang di luar keraton sebagai busana pernikahan.

Perbandingan Motif Pakaian Adat Aesan Gede – Sumatera Selatan & Busana Adat Pernikahan Papua

Sumatera selatan terhitung miliki busana adat yang tidak kalah menarik dan unik berasal dari Aceh. Bahkan menurut sebagian orang yang lihat baju seperti ini seperti baju seorang raja dan ratu. Busana adat dari Sumatera Selatan mengenakan benang berwarna emas supaya menjadikan busana resmi daerah ini nampak lebih elegan dan menawan. Tidak semua orang dapat memakai pakaian tradisi Aesan, kebanyakan orang-orang yang berasal dari golongan bangsawan saja. Busana adat berasal dari palembang, Sumatera Selatan ini dibikin mirip seperti pakaian kerajaan pada zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama lilitan bunga teratai atau biasa dikenal bersama dengan “ kembang goyang “.

Perbandingan Tipe Baju Tradisi Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Busana Adat Pernikahan Papua

Baju resmi daerah pertama yang menurut kami sangat menarik untuk di lihat adalah baju dari Aceh. Baju adat satu ini memadukan warna denga motif yang cukup ramai supaya terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa pakaian resmi daerah yang dipakai oleh pasangan pengantin dari bangsawan kebanyakan memakai mahkota yang dilapisi dengan emas supaya menjadikan penampilannya lebih elegan dan menawan. Pakaian adat ini sangat mahal kalau dijual karena jenis kain dalam pakaian ini dibuat secara tradisional dengan tangan manusia, tidak serampangan orang dapat membuat baju tradisi khas berasal dari Aceh ini.

Perbedaan Motif Baju Tradisi Bodo – Sulawesi Selatan & Busana Adat Pernikahan Papua

Baju untuk Pengantin dari Indonesia yang paling akhir ialah baju tradisi Bodo yang berasal dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Pakaian satu ini yaitu tipe pakaian terlama di Indonesia yang punyai bentuk layaknya segi empat. Awal mulanya, baju tradisi bodo ini dari kain kasa yang tipis dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan bersama dengan menambahkan lebih dari satu bahan yang lebih tidak tipis dengan alasan “ estetika “ dan sekarang anda bisa melihatnya.

Sampai di sini info mengenai Macam-macam Motif Busana Adat Pernikahan Papua dari beragam tempat yang terdapat di Indonesia, baju-busana Pernikahan yang unik dan menarik ini sesungguhnya sesuai sekali untuk dijadikan referensi di Pengantin anda. Terimakasih udah mampir di situs kami.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *