Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali

  • 4 min read
  • Jun 10, 2019

Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali – Sebagai penghasil kain tenun terbesar di dunia, Indonesia berhak punyai banyak kekayaan budaya dan adat yang begitu kental. Tidak heran kalau tiap tiap daerah yang terdapat di Indonesia memiliki keunikan sendiri-sendiri baik berasal dari aspek budaya, ritual upacara, busana adat hingga hal-hal lain yang mungkin belum sempat anda lihat sama sekali. Pada artikel kali ini kita hendak berbagi Info menarik kepada kamu semua perihal Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali di Indonesia yang sangat unik dan menarik hingga banyak yang menyukainya. Mau tahu seperti bagaimana Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali di Indonesia ? Silahkan kamu baca infonya dibawah ini.

Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali

Video Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali

Perbedaan Tipe Pakaian Pengantin Resmi Daerah Khas Indonesia

Perbandingan Tipe Pakaian Resmi Daerah Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Baju Adat Pernikahan Bali

Pakaian resmi daerah pertama yang menurut kita cukup menarik untuk di miliki ialah busana berasal dari Aceh. Baju adat satu ini memadukan warna denga motif yang lumayan ramai agar terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa baju adat yang dikenakan oleh pasangan pengantin dari bangsawan umumnya kenakan mahkota yang dilapisi bersama dengan emas sehingga menjadikan penampilannya lebih elegan dan menawan. Busana adat ini cukup mahal jikalau dijual dikarenakan model kain dalam pakaian ini dibikin secara tradisional oleh tangan manusia, tidak serampangan orang bisa membuat pakaian tradisi khas berasal dari Aceh ini.

Perbandingan Motif Pakaian Resmi Daerah Aesan Gede – Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Bali

Sumatera selatan terhitung punyai pakaian tradisi yang tidak kalah menarik dan unik dari Aceh. Bahkan menurut beberapa orang yang mempunyai baju kaya ini layaknya busana seorang raja dan ratu. Baju resmi daerah berasal dari Sumatera Selatan memakai benang berwarna emas sehingga menjadikan pakaian adat ini terlihat lebih elegan dan menawan. Tidak sembarangan orang bisa memakai baju tradisi Aesan, biasanya orang-orang yang dari golongan bangsawan saja. Pakaian resmi daerah berasal dari palembang, Sumatera Selatan ini dibikin mirip layaknya busana kerajaan zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama dengan lilitan bunga teratai atau biasa dikenal dengan “ kembang goyang “.

Perbedaan Tipe Baju Adat Paes Ageng – Yogyakarta & Baju Adat Pernikahan Bali

Anda yang tinggal di daerah Yogyakarta pasti telah mengenal baju tradisi yang satu ini. Busana bersama nama Paes Ageng ini merupakan baju resmi daerah Pernikahan khas kota Yogyakarta. Meski muncul lebih simpel dan sedikit terbuka, pakaian ini menggambarkan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, pakaian ini disebut sebagai pakaian kebesaran yang di manfaatkan oleh anggota keraton kerajaan saja. Paes Ageng awal-awal di ijinkan untuk dipakai oleh banyak orang di luar keraton sebagai baju pernikahan.

Perbedaan Tipe Baju Adat Perang – Kalimantan & Baju Adat Pernikahan Bali

Kalimantan termasuk yakni pulau yang punyai banyak sekali kultur yang unik, muncul berasal dari baju adat yang di fungsikan jua tidak kalah unik. Busana tradisi suku Dayak ini terkenal lebih simpel tetapi punyai arti yang mendalam. Busana resmi daerah suku Dayak ini juga memiliki nama sendiri, tertentu untuk yang mengenakan laki-laki diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : laki-laki ). Sedangkan untuk perempuan terhitung mempunyai busana ada bersama nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : wanita ).

Perbedaan Tipe Pakaian Adat Bodo – Sulawesi Selatan & Baju Adat Pernikahan Bali

Pakaian untuk Pengantin berasal dari Indonesia yang terakhir adalah baju resmi daerah Bodo yang berasal dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Pakaian satu ini yakni jenis busana paling tua di Indonesia yang mempunyai wujud layaknya persegi empat. Awal mulanya, baju tradisi bodo ini dari kain kasa yang tidak tebal dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan dengan beri tambahan beberapa bahan yang lebih tebal dengan alasan “ estetika “ dan sekarang kamu dapat melihatnya.

Perbedaan Daftar Harga Pakaian Pengantin Resmi Daerah di Indonesia

Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali

Perbandingan Harga Busana Pengantin Adat Bundo Kanduang & Baju Adat Pernikahan Bali

Baju adat yang pertama ini memiliki keunikan sendiri dibandingkan pakaian resmi daerah dari tempat lain, kebanyakan baju ini dipakai pada acara penting seperti acara Pernikahan dan acara upacara adat wilayah setempat. Pakaian adat Bundo ini dibagi menjadi dua macam yaitu baju adat untuk pasangan pengantin dan busana adat untuk masyarakat kelas atas. Harga berasal dari pakaian adat ini termasuk cukup mahal, untuk 1 gunakan baju Pengantin adat Bundo di bandrol bersama dengan harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga itu telah termasuk bersama dengan beberapa accessories yang dikenakan dalam setiap pakaian.

Perbedaan Harga Busana Pengantin Adat Riau & Baju Adat Pernikahan Bali

Kemudian baju adat yang ke-2 ini dari Provinsi Riau, busana resmi daerah ini terdiri berasal dari 3 macam yang masing-masing memiliki warna dan paduan yang berbeda. Busana Pengantin yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, lantas pakaian adat ke dua di beri nama Siak dan busana resmi daerah ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga baju resmi daerah ini asli berasal dari Riau yang terbuat berasal dari bahan kain tenun kualitas terbaik, harga untuk tiap-tiap baju tradisi juga sesaui dari kerumitan motif, kuantitas aksesori yang dikenakan dan warna. Paling lazim harga busana tradisi Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbandingan Harga Busana Pengantin Provinsi Jambi & Baju Adat Pernikahan Bali

Selanjutnya baju resmi daerah yang cukup tenar di kota Jambi ini diberi nama dengan busana tradisi melayu – jambi. Terkenal dengan motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran jikalau yang kenakan baju ini hanya orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk pakaian resmi daerah berasal dari Jambi ini mulai dari keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif jua tidak sama berdasarkan pada jumlah accessories dan lebih dari satu ornamen terhadap pakaian. Minimal untuk harga paling terendah itu lebih kurang IDR 1.000.000 tetapi untuk yang paling mahal bisa sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai pasti juga berkualitas dan bukan sembarang model kain.

Perbandingan Harga Pakaian Resmi Daerah Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Bali

Busana Pengantin yang sekaligus juga baju resmi daerah dari Sumatera Selatan ini dikenal bersama dengan nama baju Pernikahan Aesan Gede yakni pakaian resmi daerah dengan motif yang elegan dan terkesan mahal. Dahulu kala, baju ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan cuma bagian kerajaan saja yang bisa memakainya. Harga untuk pakaian nikah tradisi ini kira-kira IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai jelas bahan kain yang memiliki kwalitas bersama dengan ornamen yang memiliki kualitas juga. Tidak heran kalau tiap tiap kali tersedia pertunjukkan baju adat, pakaian berasal dari Sumatera Selatan selalu menjadi perhatian masyarakat.

Perbedaan Harga Pakaian Resmi Daerah Bangka Belitung – Paksian & Baju Adat Pernikahan Bali

Terakhir busana Pengantin kebiasaan yang lumayan unik berasal dari Bangka Belitung yang dikenal bersama dengan nama Paksian, pakaian tradisi ini miliki warna merah hati bersama bahan yang terbuat berasal dari kain sutera. Sedangkan untuk bagian penutup kepala disebut bersama paksian. Orang Bangka kerap memakai pakaian tradisi ini untuk sebagian acara seperti ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Sekian info berkenaan Macam-macam Motif Baju Adat Pernikahan Bali berasal dari bermacam tempat yang terdapat di Indonesia, baju-pakaian Pernikahan yang unik dan menarik ini memang cocok sekali untuk dijadikan referensi di Pengantin anda. Terimakasih udah datang di web kami.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *