Model dan Harga Baju Pernikahan Kain Tenun Pakaian Adat Sandal Tradisional Sepatu Lokal

Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

  • 4 min read
  • Mar 18, 2020

Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali – Sebagai penghasil kain tenun terbesar di dunia, Indonesia berhak punyai banyak kekayaan kultur dan tradisi yang begitu khas. Tidak heran jikalau tiap tiap wilayah yang ada di Indonesia punyai keunikan sendiri-sendiri baik dari faktor kultur, ritual upacara, baju resmi daerah hingga hal-hal lain yang mungkin belum pernah anda memandang sekalipun. Pada artikel kali ini kita mau berbagi Info menarik kepada kamu semua tentang Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali di Indonesia yang sangat unik dan menarik sehingga masyarakat yang menyukainya. Penasaran seperti apa Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali di Indonesia ? Silahkan kamu baca pemaparannya berikut.

Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Video Terkait Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Perbedaan Motif Busana Pernikahan Resmi Daerah Khas Indonesia

Perbandingan Model Baju Tradisi Perang – Kalimantan & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Kalimantan terhitung merupakan pulau yang punya banyak sekali kultur yang unik, terlihat berasal dari busana resmi daerah yang di manfaatkan jua tidak kalah unik. Busana resmi daerah suku Dayak ini tenar lebih simple namun memiliki makna yang mendalam. Baju adat suku Dayak ini terhitung punya nama sendiri, khusus untuk yang mengenakan laki-laki diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : laki-laki ). Sedangkan untuk perempuan terhitung punya pakaian tersedia bersama dengan nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : perempuan ).

Perbedaan Tipe Baju Resmi Daerah Paes Ageng – Yogyakarta & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Kalian yang tinggal di tempat Yogyakarta tentu sudah mengenal baju tradisi yang satu ini. Busana dengan nama Paes Ageng ini adalah pakaian tradisi Pernikahan khas kota Yogyakarta. Meski muncul lebih simple dan sedikit terbuka, pakaian ini melukiskan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, busana ini disebut sebagai busana kebesaran yang di pakai oleh anggota keraton kerajaan saja. Paes Ageng awal-awal di ijinkan untuk dikenakan oleh banyak orang di luar keraton sebagai baju pernikahan.

Perbandingan Model Pakaian Tradisi Aesan Gede – Sumatera Selatan & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Sumatera selatan juga punyai busana tradisi yang tidak kalah menarik dan unik dari Aceh. Bahkan menurut lebih dari satu orang yang melihat busana kaya ini seperti baju seorang raja dan ratu. Pakaian adat dari Sumatera Selatan mengenakan benang berwarna emas sehingga membuat pakaian adat ini muncul lebih elegan dan menawan. Tidak sembarangan orang dapat kenakan busana adat Aesan, umumnya orang-orang yang dari golongan bangsawan saja. Baju adat dari palembang, Sumatera Selatan ini dibikin serupa layaknya pakaian kerajaan di zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama lilitan bunga teratai atau biasa dikenal bersama dengan “ kembang goyang “.

Perbandingan Motif Pakaian Tradisi Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Baju resmi daerah pertama yang menurut kita lumayan menarik untuk di lihat ialah baju dari Aceh. Baju adat satu ini mengkombinasikan warna denga motif yang cukup ramai sehingga terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa busana adat yang dipakai oleh pasangan pengantin mulai dari bangsawan umumnya memakai mahkota yang dilapisi bersama emas agar membuat penampilannya lebih elegan dan menawan. Pakaian adat ini lumayan mahal apabila dijual sebab jenis kain pada baju ini dibikin secara manual dengan tangan manusia, tidak sembarangan orang bisa menjadikan baju resmi daerah khas dari Aceh ini.

Perbedaan Model Busana Resmi Daerah Bodo – Sulawesi Selatan & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Baju untuk Pengantin dari Indonesia yang terakhir ialah pakaian adat Bodo yang berasal dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Busana satu ini yakni jenis baju paling tua di Indonesia yang punya bentuk seperti persegi empat. Awal mulanya, busana adat bodo ini berasal dari kain kasa yang tipis dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan dg beri tambahan beberapa bahan yang lebih tidak tipis bersama dengan alasan “ estetika “ dan sekarang anda dapat melihatnya.

Perbandingan List Harga Baju Pengantin Resmi Daerah di Indonesia

Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Perbandingan Harga Pakaian Pengantin Adat Bundo Kanduang & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Pakaian resmi daerah yang pertama ini memiliki keunikan sendiri dibandingkan busana resmi daerah dari daerah lain, biasanya baju ini dipakai pada acara penting seperti acara Pernikahan dan acara upacara adat daerah setempat. Busana tradisi Bundo ini dibagi jadi dua macam yakni pakaian adat untuk pasangan pengantin dan pakaian resmi daerah untuk penduduk kelas atas. Harga dari busana tradisi ini juga lumayan mahal, untuk 1 pasang pakaian Pengantin tradisi Bundo di bandrol bersama dengan harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga itu udah bersama beberapa aksesories yang dipakai pada tiap tiap pakaian.

Perbedaan Harga Busana Pengantin Adat Riau & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Kemudian baju resmi daerah yang ke dua ini berasal dari Provinsi Riau, pakaian resmi daerah ini terdiri dari 3 macam yang tiap-tiap punyai warna dan paduan yang berbeda. Busana Pengantin yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, sesudah itu baju adat ke dua di beri nama Siak dan pakaian resmi daerah ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga pakaian tradisi ini asli berasal dari Riau yang terbuat dari bahan kain tenun kualitas terbaik, harga untuk masing-masing pakaian resmi daerah juga sesaui dengan kerumitan motif, kuantitas aksesori yang dipakai dan warna. Paling lazim harga baju resmi daerah Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbandingan Harga Busana Pengantin Provinsi Jambi & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Selanjutnya baju resmi daerah yang lumayan populer di kota Jambi ini diberi nama dengan baju resmi daerah melayu – jambi. Terkenal dengan motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran kalau yang memakai busana ini hanya orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk baju adat dari Jambi ini mulai dari keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif juga tidak sama berdasarkan dengan kuantitas aksesoris dan lebih dari satu ornamen pada pakaian. Minimal untuk harga paling murah itu sekitar IDR 1.000.000 sedang untuk yang paling mahal dapat sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai tentu juga memiliki kwalitas dan bukan sembarang type kain.

Perbandingan Harga Baju Tradisi Sumatera Selatan & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Baju Pengantin yang sekaligus terhitung busana adat dari Sumatera Selatan ini dikenal dengan nama pakaian Pernikahan Aesan Gede yaitu pakaian adat bersama motif yang elegan dan terkesan mahal. Dahulu kala, pakaian ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan hanya bagian kerajaan saja yang bisa memakainya. Harga untuk pakaian nikah kebiasaan ini kira-kira IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai jelas bahan kain yang memiliki kwalitas dengan ornamen yang berkwalitas juga. Tidak heran jikalau tiap-tiap kali ada pertunjukkan baju adat, baju berasal dari Sumatera Selatan senantiasa menjadi perhatian orang banyak.

Perbedaan Harga Baju Tradisi Bangka Belitung – Paksian & Busana Pengantin Tradisional Khas Bali

Terakhir pakaian Pernikahan kebiasaan yang sangat unik dari Bangka Belitung yang dikenal dengan nama Paksian, busana adat ini mempunyai warna merah hati bersama bahan yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan untuk penutup kepala disebut dengan paksian. Orang Bangka sering memakai busana adat ini untuk lebih dari satu acara seperti ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Sampai disini Info berasal dari kita mengenai Macam-macam Model Busana Pengantin Tradisional Khas Bali dari Indonesia yang populer dan populer. .

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *