Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

  • 4 min read
  • Mei 06, 2019

Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel – Sebagai penghasil kain tenun terbesar di dunia, Indonesia berhak memiliki banyak kekayaan kultur dan adat yang begitu khas. Tidak heran jikalau tiap-tiap daerah yang terdapat di Indonesia punyai keunikan sendiri-sendiri baik dari segi budaya, ritual upacara, baju tradisi hingga hal-hal lain yang kemungkinan belum pernah anda menyaksikan sekalipun. Pada artikel kali ini kita mau berbagi Info menarik kepada kamu semua berkenaan Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel di Indonesia yang lumayan unik dan menarik jadi banyak yang menyukainya. Mau tahu seperti bagaimana Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel di Indonesia ? Silahkan kamu baca infonya di bawah ini.

Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Vidio Tentang Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Perbedaan List Harga Pakaian Pengantin Tradisi di Indonesia

Perbedaan Harga Busana Adat Sumatera Selatan & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Baju Pernikahan yang sekaligus juga pakaian resmi daerah dari Sumatera Selatan ini dikenal bersama dengan nama pakaian Pernikahan Aesan Gede yakni pakaian adat dengan motif yang elegan dan terkesan mewah. Dahulu kala, pakaian ini seringkali dipakai oleh raja Sriwijaya dan hanya bagian kerajaan saja yang bisa memakainya. Harga untuk baju nikah kebiasaan ini sekitar IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai mesti bahan kain yang memiliki kualitas bersama dengan ornamen yang memiliki kwalitas juga. Tidak heran apabila tiap-tiap kali tersedia pertunjukkan baju adat, pakaian berasal dari Sumatera Selatan senantiasa menjadi perhatian masyarakat.

Perbedaan Harga Baju Pernikahan Provinsi Jambi & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Selanjutnya pakaian resmi daerah yang lumayan tenar di kota Jambi ini diberi nama bersama dengan busana tradisi melayu – jambi. Masyhur bersama motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran jikalau yang memakai baju ini cuma orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk busana tradisi berasal dari Jambi ini mulai dari keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif juga tidak sama berdasarkan dengan kuantitas aksesori dan beberapa ornamen terhadap pakaian. Minimal untuk harga paling murah itu kira-kira IDR 1.000.000 tetapi untuk yang paling mahal dapat sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai tentu juga berkwalitas dan bukan sembarang jenis kain.

Perbedaan Harga Pakaian Pernikahan Adat Riau & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Kemudian baju resmi daerah yang kedua ini berasal dari Provinsi Riau, baju resmi daerah ini terdiri dari 3 macam yang masing-masing punya warna dan gabungan yang berbeda. Pakaian Pengantin yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, lantas baju tradisi kedua di beri nama Siak dan busana tradisi ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga baju tradisi ini asli dari Riau yang terbuat dari bahan kain tenun mutu terbaik, harga untuk masing-masing baju resmi daerah juga tergantung dari kerumitan motif, jumlah aksesories yang dikenakan dan warna. Paling umum harga busana tradisi Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbedaan Harga Baju Pengantin Adat Bundo Kanduang & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Baju adat yang pertama ini mempunyai keunikan sendiri dibandingkan baju tradisi dari daerah lain, biasanya baju ini dipakai pada acara penting contohnya acara Pengantin dan acara upacara kebiasaan daerah setempat. Busana resmi daerah Bundo ini dibagi menjadi dua macam yaitu busana adat untuk pasangan pengantin dan busana adat untuk penduduk kelas atas. Harga berasal dari busana tradisi ini terhitung lumayan mahal, untuk 1 gunakan pakaian Pengantin tradisi Bundo di bandrol dengan harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga tadi telah termasuk bersama dengan beberapa aksesoris yang dikenakan pada tiap-tiap pakaian.

Perbedaan Harga Busana Resmi Daerah Bangka Belitung – Paksian & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Terakhir baju Pernikahan kebiasaan yang sangat unik dari Bangka Belitung yang dikenal bersama dengan nama Paksian, pakaian tradisi ini memiliki warna merah hati bersama bahan yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan untuk penutup kepala disebut bersama dengan paksian. Orang Bangka kerap kenakan busana adat ini untuk beberapa acara layaknya ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Perbandingan Tipe Busana Pernikahan Tradisi Khas Indonesia

Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Perbandingan Tipe Busana Resmi Daerah Perang – Kalimantan & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Kalimantan terhitung yaitu pulau yang miliki banyak sekali kultur yang unik, nampak berasal dari baju tradisi yang di pakai juga tidak kalah unik. Busana adat suku Dayak ini kondang lebih simple tapi punyai arti yang mendalam. Busana tradisi suku Dayak ini terhitung miliki nama sendiri, tertentu untuk yang mengenakan laki-laki diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : pria ). Sedangkan untuk perempuan juga mempunyai busana ada dengan nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : wanita ).

Perbedaan Motif Busana Adat Paes Ageng – Yogyakarta & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Anda yang tinggal di wilayah Yogyakarta tentu udah mengenal baju tradisi yang satu ini. Busana bersama nama Paes Ageng ini yaitu pakaian tradisi Pengantin khas kota Yogyakarta. Meski terlihat lebih simple dan sedikit terbuka, busana ini melukiskan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, baju ini disebut sebagai busana kebesaran yang di fungsikan oleh bagian keraton kerajaan saja. Paes Ageng pertama di ijinkan untuk dikenakan oleh orang banyak di luar keraton sebagai pakaian pernikahan.

Perbedaan Tipe Busana Adat Aesan Gede – Sumatera Selatan & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Sumatera selatan termasuk punya pakaian resmi daerah yang tidak kalah menarik dan unik dari Aceh. Bahkan menurut beberapa orang yang lihat pakaian seperti ini layaknya busana seorang raja dan ratu. Baju resmi daerah dari Sumatera Selatan menggunakan benang berwarna emas sehingga membuat busana adat ini muncul lebih elegan dan menawan. Tidak semua orang dapat memakai busana resmi daerah Aesan, umumnya orang-orang yang berasal dari golongan bangsawan saja. Busana tradisi berasal dari palembang, Sumatera Selatan ini dibuat mirip layaknya busana kerajaan pada zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama dengan lilitan bunga teratai atau biasa dikenal dengan “ kembang goyang “.

Perbandingan Motif Pakaian Adat Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Pakaian tradisi pertama yang menurut kami sangat menarik untuk di miliki yakni baju dari Aceh. Busana resmi daerah satu ini mengkombinasikan warna denga motif yang lumayan ramai sehingga terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa baju resmi daerah yang dipakai oleh pasangan pengantin dari bangsawan umumnya memakai mahkota yang dilapisi dengan emas supaya membuat penampilannya lebih elegan dan menawan. Baju tradisi ini cukup mahal jikalau dijual sebab model kain pada baju ini dibikin secara manual oleh tangan manusia, tidak asal-asalan orang bisa membuat baju resmi daerah khas dari Aceh ini.

Perbandingan Model Baju Resmi Daerah Bodo – Sulawesi Selatan & Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel

Pakaian untuk Pengantin dari Indonesia yang paling akhir adalah baju tradisi Bodo yang berasal dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Baju satu ini ialah tipe pakaian tertua di Indonesia yang mempunyai bentuk seperti segi empat. Awal mulanya, busana adat bodo ini dari kain kasa yang tidak tebal dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan dengan mengimbuhkan lebih dari satu bahan yang lebih tidak tipis dengan alasan “ estetika “ dan sekarang kamu dapat melihatnya.

Sampai di sini informasi berasal dari kami perihal Beberapa Tipe Baju Pernikahan Khas Aesan Gede SumSel dari Indonesia yang tenar dan populer. Semoga bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *