Model dan Harga Baju Pernikahan Kain Tenun Pakaian Adat Sandal Tradisional Sepatu Lokal

Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

  • 4 min read
  • Agu 22, 2019

Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku – Negara Indonesia sesungguhnya kondang bersama dengan keanekaragamannya, terbukti bahwa di Indonesia sendiri tersedia 5 agama yakni Khatolik, Kristen, Islam, Budha dan Hindu. Semua agama tentu miliki ajaran yang berbeda-beda namun tujuannya selamanya sama yakni mengusung nialai kebaikan. Berbincang mengenai agama tentu tidak lepas juga dr yang namanya pernikahan, setiap orang yang menikah di agama apasaja memiliki langkah sesuai dengan agama mereka masing-masing. Hal paling unik yang bisa anda temui di Indonesia yakni menikah dengan pakaian tradisi meskipun biasanya orang Indonesia telah moderen semua, tapi adat senantiasa jadi sebuah peninggalan nenek moyang yang tidak boleh dilupakan. Jadi, terlampau lumrah kalau Pengantin di Indonesia itu memakai begitu banyak ragam tradisi yang ada di masing-masing daerah, baju Pengantin yang dipakai dalam acara Pernikahan termasuk beraneka macam sesaui kebiasaan berasal dari pasangan pengantin tersebut. Berikut ini adalah Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku di Indonesia yang paling terkenal sampai waktu ini.

Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Video Tentang Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Perbandingan List Harga Baju Pengantin Adat di Indonesia

Perbedaan Harga Busana Pengantin Adat Bundo Kanduang & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Busana adat yang pertama ini mempunyai keunikan sendiri dibandingkan busana adat berasal dari tempat lain, kebanyakan busana ini dikenakan pada acara perlu seperti acara Pengantin dan acara upacara adat daerah setempat. Baju adat Bundo ini dibagi menjadi dua macam yaitu busana tradisi untuk pasangan pengantin dan pakaian tradisi untuk masyarakat kelas atas. Harga dari baju adat ini juga sangat mahal, untuk 1 gunakan pakaian Pengantin tradisi Bundo di bandrol bersama harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga tadi udah bersama lebih dari satu aksesories yang dikenakan dalam tiap tiap pakaian.

Perbedaan Harga Baju Pernikahan Adat Riau & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Kemudian pakaian tradisi yang ke dua ini berasal dari Provinsi Riau, pakaian tradisi ini terdiri dari 3 macam yang tiap-tiap memiliki warna dan paduan yang berbeda. Pakaian Pernikahan yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, kemudian pakaian tradisi ke dua di beri nama Siak dan pakaian resmi daerah ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga baju adat ini asli berasal dari Riau yang terbuat dari bahan kain tenun kualitas terbaik, harga untuk masing-masing busana resmi daerah juga sesaui dengan kerumitan motif, kuantitas aksesories yang dipakai dan warna. Paling lazim harga pakaian resmi daerah Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbedaan Harga Pakaian Pengantin Provinsi Jambi & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Selanjutnya pakaian resmi daerah yang sangat tenar di kota Jambi ini diberi nama bersama baju tradisi melayu – jambi. Terkenal bersama dengan motifnya yang elegan dan terkesan mewah, tidak heran apabila yang mengenakan busana ini hanya orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk busana adat berasal dari Jambi ini mulai dengan keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif jua berbeda berdasarkan pada jumlah accessories dan sebagian ornamen pada pakaian. Minimal untuk harga paling terendah itu lebih kurang IDR 1.000.000 sedangkan untuk yang paling mahal dapat hingga IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai tentu termasuk berkualitas dan bukan sembarang jenis kain.

Perbandingan Harga Busana Adat Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Busana Pengantin yang sekaligus terhitung pakaian resmi daerah berasal dari Sumatera Selatan ini dikenal bersama nama pakaian Pernikahan Aesan Gede yang merupakan pakaian tradisi bersama motif yang elegan dan terkesan mahal. Dahulu kala, baju ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan cuma bagian kerajaan saja yang dapat memakainya. Harga untuk baju nikah tradisi ini kurang lebih IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai mesti bahan kain yang berkwalitas bersama dengan ornamen yang berkualitas juga. Tidak heran jika tiap tiap kali tersedia pertunjukkan pakaian adat, baju berasal dari Sumatera Selatan tetap menjadi perhatian orang banyak.

Perbandingan Harga Baju Resmi Daerah Bangka Belitung – Paksian & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Terakhir busana Pernikahan kebiasaan yang sangat unik berasal dari Bangka Belitung yang dikenal bersama nama Paksian, baju tradisi ini memiliki warna merah hati dengan bahan yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan untuk bagian penutup kepala disebut dengan paksian. Orang Bangka sering mengenakan pakaian adat ini untuk lebih dari satu acara layaknya ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Perbandingan Motif Pakaian Pernikahan Resmi Daerah Khas Indonesia

Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Perbedaan Motif Pakaian Adat Perang – Kalimantan & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Kalimantan terhitung yaitu pulau yang miliki banyak sekali budaya yang unik, nampak berasal dari pakaian resmi daerah yang di gunakan jua tidak kalah bagus. Baju tradisi suku Dayak ini populer lebih simple namun punyai arti yang mendalam. Pakaian adat suku Dayak ini juga punya nama sendiri, khusus untuk yang mengenakan laki-laki diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : laki-laki ). Sedangkan untuk wanita juga mempunyai pakaian tersedia bersama nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : perempuan ).

Perbandingan Model Pakaian Tradisi Paes Ageng – Yogyakarta & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Kalian yang tinggal di tempat Yogyakarta tentu udah mengenal baju resmi daerah yang satu ini. Baju bersama dengan nama Paes Ageng ini merupakan busana tradisi Pengantin khas kota Yogyakarta. Meski muncul lebih simpel dan sedikit terbuka, pakaian ini melukiskan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, baju ini disebut sebagai pakaian kebesaran yang di gunakan oleh anggota keraton kerajaan saja. Paes Ageng mulai di ijinkan untuk dikenakan oleh masyarakat di luar keraton sebagai busana pernikahan.

Perbandingan Motif Pakaian Adat Aesan Gede – Sumatera Selatan & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Sumatera selatan terhitung memiliki busana tradisi yang tidak kalah menarik dan unik berasal dari Aceh. Bahkan menurut sebagian orang yang mempunyai pakaian kaya ini layaknya pakaian seorang raja dan ratu. Busana tradisi dari Sumatera Selatan menggunakan benang berwarna emas sehingga menjadikan pakaian resmi daerah ini nampak lebih elegan dan menawan. Tidak sembarangan orang dapat memakai baju adat Aesan, biasanya orang-orang yang berasal dari golongan bangsawan saja. Busana tradisi dari palembang, Sumatera Selatan ini dibikin sama seperti baju kerajaan di zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama lilitan bunga teratai atau biasa dikenal bersama dengan “ kembang goyang “.

Perbedaan Model Busana Resmi Daerah Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Baju adat pertama yang menurut kami sangat menarik untuk di pakai yakni baju dari Aceh. Busana resmi daerah satu ini menggabungkan warna denga motif yang lumayan ramai sehingga terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa baju tradisi yang dikenakan oleh pasangan pengantin mulai dari bangsawan umumnya mengenakan mahkota yang dilapisi bersama dengan emas sehingga menjadikan penampilannya lebih elegan dan menawan. Baju tradisi ini lumayan mahal kalau dijual sebab type kain pada pakaian ini dibikin dengan cara tradisional oleh tangan manusia, tidak sembarangan orang dapat membuat busana adat khas berasal dari Aceh ini.

Perbandingan Motif Baju Adat Bodo – Sulawesi Selatan & Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku

Pakaian khusus Pengantin berasal dari Indonesia yang terakhir yaitu pakaian resmi daerah Bodo yang berasal dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Baju satu ini adalah model busana paling tua di Indonesia yang punya bentuk layaknya persegi empat. Awal mulanya, baju resmi daerah bodo ini dari kain kasa yang tipis dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan dengan menambahkan sebagian bahan yang lebih tebal bersama alasan “ estetika “ dan saat ini anda dapat melihatnya.

Sampai di sini informasi perihal Beberapa Motif Baju Adat Pernikahan Manteren lamo Maluku dari berbagai wilayah yang terdapat di Indonesia, baju-busana Pengantin yang unik dan menarik ini sebenarnya cocok sekali untuk dijadikan referensi di Pernikahan anda. Terimakasih udah singgah di website kami.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *