Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

  • 4 min read
  • Des 12, 2019

Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar – Negara Indonesia sebetulnya populer bersama dengan keberagamannya, terbukti bahwa di Indonesia sendiri tersedia 5 agama yaitu Khatolik, Kristen, Islam, Budha dan Hindu. Semua agama pasti mempunyai ajaran yang berbeda-beda namun tujuannya selamanya sama yakni mengusung nialai kebaikan. Bicara tentang agama pasti tidak lepas jua dr yang namanya pernikahan, tiap tiap orang yang menikah di agama apapun miliki langkah sesuai tuntunan dengan agama mereka masing-masing. Hal paling unik yang dapat anda temui di Indonesia yaitu menikah bersama dengan baju adat walaupun biasanya orang Indonesia telah modern semua, tetapi kebiasaan senantiasa jadi satu-satunya peninggalan leluhur yang tidak boleh dihilangkan. Jadi, amat wajar jikalau Pernikahan di Indonesia itu memakai macam-macam kebiasaan yang terdapat di tiap-tiap tempat, pakaian Pengantin yang dipakai di dalam acara Pernikahan termasuk bermacam-macam bergantung kebiasaan dari pasangan pengantin tersebut. Berikut ini adalah Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar di Indonesia yang paling terkenal sampai hari ini.

Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Video Untuk Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Perbandingan Motif Busana Pengantin Adat Khas Indonesia

Perbandingan Tipe Baju Adat Perang – Kalimantan & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Kalimantan terhitung ialah pulau yang memiliki banyak sekali budaya yang unik, terlihat berasal dari pakaian adat yang di fungsikan juga tidak kalah unik. Pakaian resmi daerah suku Dayak ini kondang lebih sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Pakaian tradisi suku Dayak ini juga miliki nama sendiri, khusus untuk yang mengenakan pria diberi nama “king baba ( king : cawat , baba : pria ). Sedangkan untuk perempuan terhitung punyai baju tersedia bersama nama sendiri yakni King Bibinge ( Bibinge : wanita ).

Perbedaan Tipe Pakaian Tradisi Paes Ageng – Yogyakarta & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Kalian yang tinggal di daerah Yogyakarta pasti telah mengenal pakaian adat yang satu ini. Pakaian bersama dengan nama Paes Ageng ini yaitu baju resmi daerah Pernikahan khas kota Yogyakarta. Meski muncul lebih simpel dan sedikit terbuka, pakaian ini melukiskan kewibawaan dan kebijaksaan. Dahulu kala, baju ini disebut sebagai busana kebesaran yang di pakai oleh bagian keraton kerajaan saja. Paes Ageng pertama di ijinkan untuk dipakai oleh orang banyak di luar keraton sebagai baju pernikahan.

Perbandingan Model Baju Adat Aesan Gede – Sumatera Selatan & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Sumatera selatan terhitung punya pakaian adat yang tidak kalah bagus dan unik berasal dari Aceh. Bahkan menurut lebih dari satu orang yang lihat busana seperti ini seperti busana seorang raja dan ratu. Pakaian tradisi dari Sumatera Selatan mengenakan benang berwarna emas supaya menjadikan baju resmi daerah ini terlihat lebih elegan dan menawan. Tidak asal-asalan orang dapat mengenakan baju tradisi Aesan, biasanya orang-orang yang berasal dari golongan bangsawan saja. Baju tradisi berasal dari palembang, Sumatera Selatan ini dibuat serupa layaknya pakaian kerajaan pada zaman dahulu. Bagian mahkota dibuat bersama dengan lilitan bunga teratai atau biasa dikenal bersama “ kembang goyang “.

Perbandingan Tipe Busana Resmi Daerah Ulee Balang – Nangroe Aceh Darussalam & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Pakaian resmi daerah pertama yang menurut kita sangat menarik untuk di lihat adalah pakaian berasal dari Aceh. Pakaian adat satu ini memadukan warna denga motif yang sangat ramai sehingga terkesan lebih menarik dan unik. Beberapa busana tradisi yang dipakai oleh pasangan pengantin mulai dari bangsawan kebanyakan kenakan mahkota yang dilapisi dengan emas sehingga menjadikan penampilannya lebih elegan dan menawan. Pakaian resmi daerah ini lumayan mahal jikalau dijual dikarenakan tipe kain dalam pakaian ini dibikin dengan proses manual dengan tangan manusia, tidak asal-asalan orang bisa membuat busana adat khas dari Aceh ini.

Perbedaan Motif Baju Resmi Daerah Bodo – Sulawesi Selatan & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Busana untuk Pernikahan dari Indonesia yang paling akhir ialah baju resmi daerah Bodo yang dari Sulsel / Sulawesi Selatan. Pakaian satu ini yakni type pakaian paling tua di Indonesia yang memiliki bentuk seperti persegi empat. Awal mulanya, busana tradisi bodo ini dari kain kasa yang tipis dan transparan. Selanjutnya, dikembangkan dg memberikan beberapa bahan yang lebih tebal bersama dengan alasan “ estetika “ dan sekarang kamu dapat melihatnya.

Perbedaan List Harga Baju Pengantin Adat di Indonesia

Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Perbedaan Harga Busana Tradisi Sumatera Selatan & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Baju Pernikahan yang sekaligus juga busana tradisi berasal dari Sumatera Selatan ini dikenal dengan nama baju Pernikahan Aesan Gede ialah busana resmi daerah bersama dengan motif yang elegan dan terkesan mewah. Dahulu kala, baju ini seringkali dikenakan oleh raja Sriwijaya dan hanya anggota kerajaan saja yang dapat memakainya. Harga untuk baju nikah adat ini sekitar IDR 2,000.000 – IDR 3.000.000. Sedangkan untuk bahan yang dipakai mesti bahan kain yang berkualitas bersama ornamen yang berkwalitas juga. Tidak heran jikalau setiap kali ada pertunjukkan pakaian adat, baju dari Sumatera Selatan senantiasa jadi perhatian masyarakat.

Perbandingan Harga Pakaian Pengantin Provinsi Jambi & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Selanjutnya pakaian tradisi yang cukup tenar di kota Jambi ini diberi nama bersama busana resmi daerah melayu – jambi. Terkenal bersama motifnya yang elegan dan terkesan mahal, tidak heran apabila yang kenakan pakaian ini cuma orang-orang yang hendak melangsungkan pernikahan. Ada banyak warna untuk pakaian tradisi berasal dari Jambi ini mulai dari keemasan, warna putih emas dan warna merah menyala. Harga untuk tiap-tiap motif juga tidak serupa berdasarkan dengan jumlah aksesoris dan beberapa ornamen terhadap pakaian. Minimal untuk harga paling murah itu kurang lebih IDR 1.000.000 sedang untuk yang paling mahal dapat sampai IDR 2.000.000. Bahan kain yang dipakai tentu termasuk berkualitas dan bukan sembarang model kain.

Perbandingan Harga Busana Pengantin Adat Riau & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Kemudian busana tradisi yang kedua ini berasal dari Provinsi Riau, pakaian tradisi ini terdiri berasal dari 3 macam yang tiap-tiap mempunyai warna dan kombinasi yang berbeda. Busana Pengantin yang pertama diberi nama sebagai Indragiri, sesudah itu pakaian adat ke-2 di beri nama Siak dan busana resmi daerah ketiga di beri nama Bengkalis Riau. Ketiga busana resmi daerah ini asli dari Riau yang terbuat berasal dari bahan kain tenun kualitas terbaik, harga untuk masing-masing busana resmi daerah jua sesaui dari kerumitan motif, kuantitas aksesories yang dikenakan dan warna. Paling umum harga pakaian tradisi Riau ini sebesar IDR 600.000.

Perbedaan Harga Busana Pengantin Adat Bundo Kanduang & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Baju resmi daerah yang pertama ini miliki keunikan sendiri dibandingkan pakaian adat dari wilayah lain, biasanya pakaian ini dikenakan pada acara perlu seperti acara Pengantin dan acara upacara kebiasaan daerah setempat. Busana tradisi Bundo ini dibagi menjadi dua macam yaitu baju tradisi untuk pasangan pengantin dan baju adat untuk masyarakat kelas atas. Harga dari busana adat ini terhitung sangat mahal, untuk 1 pasang baju Pernikahan tradisi Bundo di bandrol dengan harga IDR 500.000 – IDR 700.000. Harga itu udah termasuk bersama lebih dari satu aksesoris yang dikenakan dalam setiap pakaian.

Perbedaan Harga Baju Resmi Daerah Bangka Belitung – Paksian & Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar

Terakhir pakaian Pernikahan kebiasaan yang sangat unik berasal dari Bangka Belitung yang dikenal bersama dengan nama Paksian, busana adat ini memiliki warna merah hati bersama bahan yang terbuat dari kain sutera. Sedangkan untuk penutup kepala disebut bersama paksian. Orang Bangka sering mengenakan baju adat ini untuk beberapa acara seperti ritual keagamaan dan upacara pernikahan.

Sekian informasi mengenai Beberapa Model Pakaian Pengantin Tradisional Khas Perang KalBar berasal dari beraneka wilayah yang terdapat di Indonesia, baju-baju Pernikahan yang unik dan menarik ini sebetulnya sesuai sekali untuk dijadikan referensi di Pernikahan anda. Terimakasih telah mampir di web site kami.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *